Rangkong sulawesi (Rhyticeros cassidix)
Rangkong sulawesi (Rhyticeros cassidix)
Rangkong sulawesi (Rhyticeros cassidix) merupakan salah satu jenis rangkong endemik Indonesia. Spesies ini memiliki wilayah jelajah yang luas dan non teritorial. Burung Rangkong telah diamati berpasangan atau berkelompok hingga 12 individu di pohon ara yang sedang berbuah.
Scientific classification
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Order :
Bucerotiformes
Family : Bucerotidae
Genus :
Rhyticeros
Species : R. cassidix
Habitat
Burung rangkong sulawesi mendiami hutan
yang selalu hijau, terutama hutan dataran sedang di bawah 1.100-1.800 m dpl.
Jangkauannya meluas ke bagian hutan sekunder, kawasan berhutan hingga
perkebunan untuk mencari makan.
Distibusi
Persebaran spesies burung rangkong
sulawesi meliputi Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh, Togean, Muna dan Buton.
Ekologi
Seperti
burung rangkong lainnya, burung rangkong sulawesi diyakini
monogami. Memakan buah-buahan, tetapi juga memakan serangga dan vertebrata
kecil. Musim kawin berlangsung selama 27-30 minggu dan dipicu oleh penurunan
curah hujan yang dramatis. Saat akan bertelur betina menyegel dirinya sendiri
di dalam lubang pohon menggunakan kotorannya sendiri. Selama waktu ini, jantan
akan menyediakan makanan untuk betina melalui celah di sarangnya.
Status Konservasi
Burung rangkong sulawesi diklasifikasikan
dalam IUCN Red List sebagai Rentan (VU) dan dalam CITES Appendix II.
Perlindungan nasionalnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990,
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Fauna yang
Dilindungi.
| Momua Journey will strive to preserve biodiversity in Indonesia through collaborative action, conservation, education and inspiring the community towards the important value of Flora and Fauna Conservation. |


Komentar